Peran Literasi Digital Mencegah Self-Harm Siswa
Ulasan Ilmiah
       Perkembangan teknologi digital pada era globalisasi saat ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi secara cepat dan luas. Namun demikian, kemudahan tersebut juga membawa dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Anak-anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang cukup rentan terhadap pengaruh negatif media sosial karena pada tahap perkembangan tersebut mereka masih berada pada fase pembentukan karakter dan belum sepenuhnya mampu memilah informasi secara kritis. Salah satu fenomena yang mulai muncul dan menjadi perhatian adalah perilaku self-harm yang seringkali tersebar melalui berbagai platform media sosial.
Artikel yang ditulis oleh Ahsanur Rifqi, Fitriani, Muflihah, dan Ferina Yulianti bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara literasi digital dan perilaku keberagamaan siswa sekolah dasar dalam menghadapi fenomena self-harm di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data penelitian diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, serta dokumen akademik yang relevan dengan topik penelitian. Selanjutnya data dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan (Rifqi et al., 2024).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami serta mengevaluasi informasi yang diperoleh dari media sosial. Siswa yang memiliki literasi digital yang baik cenderung lebih mampu membedakan antara informasi yang positif dan negatif sehingga tidak mudah terpengaruh oleh konten yang berpotensi membahayakan, termasuk konten yang berkaitan dengan perilaku self-harm (Rifqi et al., 2024). Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya perilaku keberagamaan sebagai dasar pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi pedoman moral yang membantu siswa dalam mengontrol perilaku serta menjauhi tindakan yang merugikan diri sendiri.
Artikel ini juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan guru dalam membimbing siswa dalam menggunakan media digital secara bijak. Orang tua diharapkan dapat memberikan pengawasan terhadap aktivitas anak di media sosial, sedangkan guru dapat mengintegrasikan literasi digital dalam proses pembelajaran sehingga siswa mampu menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab (Rifqi et al., 2024).
Secara keseluruhan, artikel ini memberikan kontribusi penting dalam memahami hubungan antara literasi digital, perilaku keberagamaan, dan fenomena self-harm pada siswa sekolah dasar. Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena menggunakan metode studi pustaka sehingga belum menggambarkan kondisi empiris secara langsung di lapangan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan penelitian lapangan agar memperoleh data yang lebih mendalam.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penguatan literasi digital yang disertai dengan nilai-nilai keberagamaan menjadi langkah penting dalam mencegah pengaruh negatif media sosial terhadap siswa sekolah dasar, khususnya dalam menghadapi fenomena self-harm di ruang digital.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




