Ulasan Model Pembelajaran Role Playing dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar.

Report Abuse

Ulasan Ilmiah

Berdasarkan jurnal yang saya ulas yang berjudul “Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik melalui Metode Bermain Peran pada Mata Pelajaran PKn Kelas V SD Muhammadiyah 2 Limboto Kabupaten Gorontalo” karya Fratiwi Tina dan Wirna Tangahu (2025), model pembelajaran role playing atau bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Dalam model ini siswa tidak hanya menerima materi secara pasif melalui penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam suatu situasi yang disimulasikan melalui kegiatan bermain peran. Melalui kegiatan tersebut, siswa diminta memerankan tokoh tertentu, berdialog, serta mendiskusikan permasalahan yang berkaitan dengan materi pembelajaran sehingga mereka dapat memahami konsep secara lebih nyata. Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa melalui aktivitas bermain peran, siswa dapat mengeksplorasi hubungan antar manusia, memahami sikap, nilai, serta cara memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan sosial. Pendekatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena siswa belajar dari pengalaman yang mereka lakukan sendiri di dalam kelas.

Penggunaan model role playing memiliki beberapa kelebihan. Salah satu kelebihannya adalah mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran karena mereka dilibatkan secara langsung dalam kegiatan belajar. Selain itu, model ini juga dapat membantu siswa memahami nilai-nilai sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi dengan teman sebaya. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton karena siswa belajar melalui simulasi atau peragaan suatu peristiwa yang berkaitan dengan materi pelajaran. Namun demikian, model ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Pelaksanaan kegiatan bermain peran membutuhkan waktu yang cukup panjang karena guru harus menyiapkan skenario, membagi peran, serta mengatur jalannya kegiatan. Selain itu, tidak semua siswa memiliki rasa percaya diri untuk tampil di depan kelas sehingga guru perlu memberikan motivasi dan bimbingan agar seluruh siswa dapat berpartisipasi secara optimal.

Apabila dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar, model role playing sangat memungkinkan untuk diterapkan. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada dasarnya tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, sikap demokratis, serta kemampuan hidup bermasyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung seperti bermain peran dapat membantu siswa memahami nilai-nilai tersebut secara lebih konkret. Misalnya pada materi tentang demokrasi atau kehidupan bermusyawarah, siswa dapat memerankan situasi seperti pemilihan ketua kelas, diskusi kelompok, atau penyelesaian masalah antar teman. Melalui kegiatan tersebut siswa tidak hanya mengetahui konsep demokrasi secara teori, tetapi juga belajar mempraktikkan sikap menghargai pendapat orang lain, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara bersama-sama.

Jika penelitian mengenai penerapan model role playing dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, maka peneliti perlu melakukan beberapa persiapan sebelum penelitian dilaksanakan. Langkah awal yang dilakukan adalah menentukan fokus penelitian, misalnya berkaitan dengan bagaimana penerapan model role playing dalam pembelajaran atau bagaimana aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Setelah itu peneliti menentukan lokasi penelitian serta subjek yang akan diteliti, seperti guru dan siswa pada kelas tertentu di sekolah dasar. Peneliti juga perlu menyiapkan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti pedoman observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran, pedoman wawancara untuk menggali informasi dari guru maupun siswa, serta dokumentasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Selanjutnya peneliti menyusun rancangan kegiatan pembelajaran yang akan diamati, termasuk skenario bermain peran yang digunakan dalam pembelajaran. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif melalui proses pengumpulan data, penyederhanaan atau reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Melalui langkah-langkah tersebut, peneliti dapat menggambarkan secara mendalam bagaimana proses penerapan model role playing serta dampaknya terhadap aktivitas belajar siswa di kelas.

Secara keseluruhan, model pembelajaran role playing dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar karena mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Selain membantu siswa memahami materi pelajaran, model ini juga berperan dalam menumbuhkan sikap sosial serta nilai-nilai demokratis yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Deskripsi Artikel Asli

Judul Asli Karya Ilmiah
“Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik melalui Metode Bermain Peran pada Mata Pelajaran PKn Kelas V SD Muhammadiyah 2 Limboto Kabupaten Gorontalo.”
Nama Penulis Karya Ilmiah
Fratiwi Tina; Wirna Tangahu
Tanggal Publikasi
January 1, 2025
Jenis Penlitian
PTK
Jenis Lisensi
CC BY-SA 4.0, CC BY 4.0, CC BY-NC 4.0, CC BY-NC-SA 4.0, CC BY-ND 4.0, CC0 1.0

Informasi Sumber Eksternal

Nama Institusi/Penerbit
Syntax Corporation Indonesia
Kategori/Quadran
Jurnal Sinta 5

Identitas Pengulas (Kontributor)

Nama Lengkap
Alisyah Dwi Rahmah
ID (NIM)
240611100055
Kelas
PGSD 4B
Matakuliah
Pembelajaran PPKn SD

Informasi Tambahan

Author Info

Alisyah Dwi Rahmah

Member since 1 bulan ago
  • 240611100055@student.trunojoyo.ac.id
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Info

Alisyah Dwi Rahmah

Posted 56 tahun ago
  • 240611100055@student.trunojoyo.ac.id
Contact Agent View Profile