Program Manajemen Sampah dan Kepedulian Lingkungan
Ulasan Ilmiah
Kesadaran terhadap lingkungan merupakan salah satu nilai karakter yang penting ditanamkan sejak pendidikan dasar. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kebiasaan dan sikap yang positif bagi peserta didik. Nilai kepedulian lingkungan akan lebih efektif dikembangkan apabila siswa dilibatkan secara langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan di sekitarnya. Hal inilah yang menjadi fokus kajian dalam artikel berjudul “Upaya Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Siswa Sekolah Dasar Melalui Program Manajemen Sampah di Sekolah” yang ditulis oleh Rini Astuti, Nova Liza, Zurhidayati, dan Muhammad Fazis. Artikel tersebut dipublikasikan dalam Premiere: Journal of Education, Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024. Berdasarkan informasi pada halaman jurnal, artikel ini dipublikasikan pada tahun 2024, tepatnya dalam edisi Vol. 6 No. 2, yang umumnya terbit pada bulan Mei 2024 sesuai jadwal penerbitan jurnal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pengelolaan sampah plastik dan non-plastik di sekolah dasar sebagai upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa. Penelitian dilaksanakan di SDN 13 Muaro, sebuah sekolah dasar yang memiliki jumlah siswa cukup banyak sehingga menghasilkan volume sampah yang relatif tinggi. Kondisi tersebut menjadi latar belakang penting bagi sekolah untuk mengembangkan program pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembelajaran karakter berbasis lingkungan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan menggambarkan fenomena secara mendalam berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami secara komprehensif bagaimana program pengelolaan sampah diterapkan dan bagaimana dampaknya terhadap perilaku siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program manajemen sampah yang diterapkan di sekolah mampu memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa. Program tersebut dirancang secara terstruktur melalui dukungan kebijakan sekolah, penyediaan fasilitas, serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pembentukan “Polisi Lingkungan”, yaitu kelompok siswa yang bertugas mengawasi dan mengingatkan teman-temannya agar menjaga kebersihan serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Selain itu, sekolah juga menyediakan berbagai sarana pendukung seperti tempat sampah yang dipisahkan berdasarkan jenisnya, bank sampah, serta fasilitas pengolahan kompos. Kegiatan pengelolaan sampah juga diintegrasikan dalam aktivitas harian siswa, misalnya melalui kegiatan membersihkan lingkungan sekolah sebelum pembelajaran dimulai. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memilah, mengelola, dan mendaur ulang sampah.
Walaupun program ini menunjukkan hasil yang positif, penelitian juga menemukan beberapa tantangan dalam pelaksanaannya. Salah satu kendala utama adalah jumlah siswa yang cukup besar sehingga volume sampah yang dihasilkan juga meningkat. Selain itu, fasilitas seperti bank sampah belum sepenuhnya optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak eksternal, seperti dinas lingkungan hidup dan dinas kesehatan, serta melibatkan orang tua siswa dalam proses pembinaan karakter peduli lingkungan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa program pengelolaan sampah dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan pada siswa sekolah dasar. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengembangkan sikap tanggung jawab dan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan. Dengan demikian, kegiatan pengelolaan sampah di sekolah dapat berfungsi sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mendorong terbentuknya karakter positif pada peserta didik.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




