Penerapan model pembelajaran berbasis story telling digital untuk meningkatkan empati sosial siswa SD
Ulasan Ilmiah
Artikel ini membahas tentang penerapan metode storytelling (bercerita) dalam pembelajaran di tingkat MI/SD. Secara umum, artikel ini ingin menunjukkan bahwa metode storytelling bukan hanya sekadar kegiatan bercerita, tetapi merupakan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan berbagai aspek perkembangan siswa, terutama dalam keterampilan berbahasa dan kepercayaan diri.
Pada bagian pendahuluan dijelaskan bahwa bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik sebagai alat komunikasi, ekspresi diri, maupun interaksi sosial. Dalam konteks pendidikan, khususnya Bahasa Indonesia, siswa dituntut menguasai empat keterampilan utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Namun, dalam praktiknya, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan, terutama dalam keterampilan berbicara dan menyampaikan kembali informasi.
artikel ini memberikan kontribusi yang kuat dalam dunia pendidikan dasar, khususnya dalam penggunaan metode storytelling sebagai strategi pembelajaran. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, storytelling mampu menjawab permasalahan rendahnya keterampilan berbicara dan kurangnya kepercayaan diri siswa.
Metode ini sangat relevan diterapkan di MI/SD karena sesuai dengan karakteristik anak yang menyukai cerita, imajinasi, dan aktivitas yang menarik. Oleh karena itu, guru disarankan untuk lebih kreatif dalam mengembangkan storytelling, baik melalui media sederhana maupun teknologi digital.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




