Dewi Fortuna Anwar: Politik Luar Negeri, ASEAN, dan Budaya Minangkabau | Menjadi Indonesia #36
Media/Video Pembelajaran (Embed Link)
Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)
Ulasan Media/Video Pembelajaran
Sebagai mantan asisten Wapres bidang globalisasi di era B.J. Habibie, Dewi memberikan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri saat ini. “Yang banyak mendapat kritik sekarang, termasuk dari saya, adalah kurangnya perhatian Indonesia pada ASEAN,” ujarnya. Menurutnya, di tengah melemahnya sistem hukum internasional, organisasi regional menjadi sangat krusial untuk memperjuangkan hak negara-negara kecil dan menengah.
Terkait politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, Dewi menyoroti keseimbangan: menjalin kemitraan dagang terbesar dengan Tiongkok, namun tetap meningkatkan kerja sama militer (joint military exercise) dengan Amerika Serikat.
Ia juga menekankan bahwa negara dibentuk untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk menyengsarakan melalui aturan yang tidak adil. Di sinilah peran penting masyarakat sipil. “Peranan dari civil society adalah sebagai conscience, sebagai hati nurani yang harus menyuarakan kebenaran,” tegasnya.
Informasi Pengulas
Catatan Ulasan
1.Memahami peran Indonesia di dunia internasional
Siswa jadi tahu posisi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
2.Menumbuhkan sikap diplomatis dan toleran
Nilai musyawarah dan kerja sama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3.Menghargai budaya lokal sebagai kekuatan global
Budaya tidak hanya identitas, tetapi juga dasar dalam berpikir dan bertindak.
4.Melatih wawasan global (global awareness)
Siswa lebih peka terhadap isu regional dan internasional.
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




