Implementasi Pendekatan Deep Learning Melalui Model Digital Citizenship Character Habituation
Ulasan Ilmiah
Perkembangan teknologi digital tidak hanya memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, tetapi juga menimbulkan tantangan terkait etika, tanggung jawab, dan perilaku siswa dalam ruang digital. Model pembelajaran yang digunakan tidak cukup hanya berfokus pada aspek kognitif, melainkan juga harus mampu menanamkan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan.
Model Digital Citizenship Character Habituation (DCCH) dipandang sebagai strategi yang relevan karena menekankan pembiasaan karakter melalui aktivitas nyata dalam lingkungan digital. Pendekatan deep learning mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai fenomena digital seperti hoaks, cyberbullying, dan etika bermedia sosial. Proses pembelajaran dirancang secara kontekstual melalui kegiatan seperti pembuatan poster digital, kampanye anti-hoaks, serta refleksi pengalaman digital siswa sehingga nilai-nilai kewargaan digital dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru, peserta didik, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Pendekatan ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai implementasi model DCCH dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah.Â
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning melalui model DCCH mampu meningkatkan kesadaran dan karakter digital siswa. Siswa menjadi lebih kritis dalam menyaring informasi, lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta lebih aktif dalam kegiatan kolaboratif. Peningkatan juga terlihat pada keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Kegiatan pembelajaran berbasis proyek digital berperan penting dalam mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan konatif dalam pembentukan karakter siswa.Â
Artikel ini juga mengungkap adanya faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi model tersebut. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, ketersediaan infrastruktur digital, serta pelatihan guru. Hambatan yang muncul antara lain kesenjangan akses teknologi di rumah siswa, perbedaan kemampuan digital guru, serta pengaruh negatif lingkungan digital seperti penyebaran hoaks dan perilaku tidak etis di media sosial. Kondisi ini menunjukkan perlunya kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung pembelajaran berbasis digital.Â
Artikel ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis teknologi digital. Pendekatan deep learning melalui model DCCH terbukti efektif dalam membentuk karakter kewargaan digital siswa yang kritis, bertanggung jawab, dan beretika. Model ini relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 karena mampu mengintegrasikan teknologi, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan pendidikan karakter secara holistik. Dukungan infrastruktur dan peningkatan kompetensi guru tetap diperlukan agar implementasi dapat berjalan optimal dan merata.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
https://journal-fip.um.ac.id/index.php/wsd/article/view/3350
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




