Analisis Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Implementasi Pembelajaran
Ulasan Ilmiah
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Era digital menuntut guru untuk mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran agar kegiatan belajar menjadi lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran. Namun, kenyataannya masih terdapat banyak guru yang belum memiliki kompetensi digital yang memadai sehingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran belum optimal. Permasalahan inilah yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Silvester, Pebria Dheni Purnasari, Totok Victor Didik Saputro, dan Melania Jesica dari Institut Shanti Bhuana.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Vol. 11 Special Issue No. 1 Tahun 2023 dengan judul “Analisis Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Digital.” Penelitian ini dilaksanakan pada guru di SDN 03 Bengkayang untuk mengetahui sejauh mana kompetensi digital yang dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital , khususnya ditinjau dari aspek keterampilan, pemahaman, konsep, dan pendekatan guru terhadap penggunaan media digital dalam pembelajaran. Penelitian ini juga berupaya mengetahui tantangan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran di sekolah dasar.
Dari sisi kebaruan (novelty), penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian kompetensi digital guru sekolah dasar, khususnya di daerah Bengkayang yang merupakan wilayah perbatasan. Penelitian ini tidak hanya menyoroti pentingnya penggunaan teknologi digital dalam pendidikan, tetapi juga menganalisis secara langsung kompetensi yang dimiliki guru serta kendala yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran berbasis digital. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai kondisi kompetensi digital guru di lapangan dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan pendidikan berbasis teknologi.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan kepada para guru sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital guru di SDN 03 Bengkayang masih tergolong rendah. Meskipun sebagian besar guru sudah menggunakan perangkat digital seperti smartphone dan komputer, pemanfaatannya masih terbatas pada kebutuhan pribadi atau komunikasi sederhana. Dalam kegiatan pembelajaran, guru masih lebih sering menggunakan media konvensional dibandingkan media pembelajaran berbasis digital. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman, keterampilan, serta kepercayaan diri guru dalam menggunakan perangkat dan aplikasi digital dalam proses pembelajaran.
Dari segi validitas hasil, penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan yang cukup baik karena menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sekaligus, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, penggunaan teknik triangulasi juga membantu memastikan bahwa data yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Proses analisis data yang sistematis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan juga memperkuat keabsahan temuan penelitian.
Penelitian ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, penelitian memberikan gambaran nyata mengenai kompetensi digital guru sekolah dasar dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kedua, penelitian ini relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini yang menuntut integrasi teknologi dalam pembelajaran. Ketiga, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah maupun pemerintah dalam merancang program peningkatan kompetensi digital bagi guru.
Namun demikian, penelitian ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah ruang lingkup penelitian yang masih terbatas pada satu sekolah sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, penelitian ini lebih berfokus pada analisis kompetensi dan permasalahan yang dihadapi guru tanpa memberikan strategi atau model pembelajaran yang lebih konkret untuk meningkatkan kompetensi digital guru.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi digital merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki guru di era pendidikan modern. Tanpa kompetensi digital yang memadai, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak akan berjalan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan, dukungan fasilitas, serta pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru agar mampu mengintegrasikan teknologi digital secara efektif dalam proses pembelajaran.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




