Analisis Kompetensi Literasi Digital Guru sebagai Pendukung Keterampilan Guru Sekolah Dasar

Report Abuse

Ulasan Ilmiah

Artikel berjudul “Analisis Kompetensi Literasi Digital Guru sebagai Pendukung Keterampilan Guru Sekolah Dasar” mengkaji secara mendalam peran literasi digital sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki guru di era abad ke-21. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pesatnya perkembangan teknologi dan internet yang mengubah pola pembelajaran dari konvensional menjadi lebih modern dan berbasis digital. Literasi digital tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif dalam mengelola informasi. Penelitian ini menekankan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang merupakan generasi digital (digital native).

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kompetensi literasi digital guru. Subjek penelitian adalah guru di SD Negeri 6 Tumpang, Kabupaten Malang, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan angket yang disebarkan melalui platform digital. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, validitas data diperkuat melalui triangulasi teknik dan waktu. Penelitian ini mengkaji enam indikator utama literasi digital, yaitu: variasi bahan bacaan digital, penggunaan buku digital, pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi, penyajian informasi sekolah secara digital, kebijakan sekolah terkait teknologi, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan administrasi sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi literasi digital guru secara umum berada pada kategori baik, terutama dalam penggunaan media pembelajaran digital. Guru telah memanfaatkan berbagai aplikasi seperti PowerPoint, YouTube, Canva, Google Form, dan platform interaktif lainnya dalam proses pembelajaran. Penggunaan media ini dilakukan hampir setiap hari dengan variasi yang cukup beragam sehingga mampu meningkatkan interaktivitas dan minat belajar siswa. Bahkan beberapa guru telah mampu membuat konten pembelajaran sendiri, seperti video di YouTube. Namun demikian, terdapat kendala yang cukup signifikan, yaitu adanya kesenjangan kemampuan antar guru, khususnya guru yang berusia lebih tua yang cenderung mengalami kesulitan dalam mengoperasikan teknologi digital.

Pada aspek penggunaan bahan ajar digital, penelitian menemukan bahwa pemanfaatannya masih belum optimal. Guru cenderung menggunakan bahan ajar digital dalam frekuensi terbatas (sekitar 3–4 kali dalam seminggu) dan jenisnya masih kurang variatif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi dan pelatihan terkait sumber belajar digital, serta kebiasaan guru yang masih mengandalkan buku cetak, terutama setelah pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka. Padahal, pemanfaatan bahan ajar digital secara maksimal dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa karena lebih sesuai dengan karakteristik mereka yang akrab dengan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru dalam mencari, mengembangkan, dan memanfaatkan bahan ajar digital secara lebih kreatif dan inovatif.

Selain dalam pembelajaran, kompetensi literasi digital guru juga terlihat dalam kegiatan sekolah di luar pembelajaran dan dalam layanan administrasi. Dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka dan tari, guru telah memanfaatkan video digital sebagai media pembelajaran praktik. Sementara itu, dalam penyampaian informasi sekolah, guru menggunakan media sosial seperti WhatsApp dan Instagram, meskipun pengelolaannya belum optimal dan belum didukung oleh website resmi sekolah. Dalam aspek layanan administrasi, teknologi telah dimanfaatkan secara maksimal, seperti penggunaan e-rapor, dapodik, dan aplikasi pengelolaan dana BOS. Namun, kebijakan sekolah terkait pemanfaatan teknologi masih belum tertulis secara formal, sehingga implementasinya belum merata dan belum terstandarisasi.

Secara keseluruhan, artikel ini menyimpulkan bahwa kompetensi literasi digital guru di SD Negeri 6 Tumpang sudah cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran serta layanan pendidikan. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki, seperti kurangnya variasi bahan ajar digital, keterbatasan kemampuan sebagian guru, serta belum adanya kebijakan yang kuat terkait pemanfaatan teknologi di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, peningkatan fasilitas, serta dukungan kebijakan yang jelas agar kompetensi literasi digital guru dapat berkembang secara optimal dan mampu mendukung pembelajaran yang inovatif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Deskripsi Artikel Asli

Judul Asli Karya Ilmiah
Analisis Kompetensi Literasi Digital Guru sebagai Pendukung Keterampilan Guru Sekolah Dasar
Nama Penulis Karya Ilmiah
Dian Fitri Nur Aini¹, Falistya Roisatul Mar’atin Nuro²
Tanggal Publikasi
February 18, 2023
Jenis Penlitian
Kualitatif
Jenis Lisensi
CC BY-SA 4.0

Informasi Sumber Eksternal

Nama Institusi/Penerbit
JURNAL BASICEDU
Kategori/Quadran
Jurnal Sinta 5
Tautan Sumber Asli (Eksternal)

Identitas Pengulas (Kontributor)

Nama Lengkap
Zainur Rohman
ID (NIM)
240611100020
Kelas
PGSD 4A
Matakuliah
Pembelajaran PPKn SD

Informasi Tambahan

Panduan Kutipan
Aini, D. F. N., & Nuro, F. R. M. (2023). Analisis kompetensi literasi digital guru sebagai pendukung keterampilan guru sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(1), 840–851.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4744

Author Info

Zainur

Member since 1 bulan ago
  • 240611100020@student.trunojoyo.ac.id
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Info

Zainur

Posted 56 tahun ago
  • 240611100020@student.trunojoyo.ac.id
Contact Agent View Profile