Elementary School Teachers’ Readiness in Teaching Technology based
Ulasan Ilmiah
Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah membawa perubahan yang sangat besar terhadap proses pembelajaran, terutama di sekolah dasar. Hal ini juga tampak dalam artikel yang berjudul Elementary School Teachers’ Readiness in Teaching Technology-based Literacy yang ditulis oleh Ni Nyoman Padmadewi, Luh Putu Artini, Made Ratminingsih, dan I Ketut Trika Adi Ana dan dipublikasikan pada International Journal of Elementary Education tahun 2023. Identitas artikel tersebut dapat dilihat pada halaman pertama jurnal yang mencantumkan nama penulis, institusi penulis yaitu Universitas Pendidikan Ganesha, serta judul penelitian yang secara langsung menunjukkan fokus pada kesiapan guru sekolah dasar dalam pembelajaran literasi berbasis teknologi.Â
Tujuan penelitian dalam artikel ini adalah untuk menganalisis dan meningkatkan kesiapan guru sekolah dasar dalam melaksanakan pembelajaran literasi berbasis teknologi melalui pelatihan multimodal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut guru memiliki keterampilan teknologi, media, dan literasi. Dalam abstrak dijelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh pelatihan multimodal terhadap kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran literasi berbasis teknologi, serta melihat perubahan kemampuan guru setelah mengikuti pelatihan tersebut.Â
Dari segi kebaruan (novelty), penelitian ini memiliki kontribusi yang cukup kuat karena tidak hanya membahas penggunaan teknologi dalam pembelajaran secara umum, tetapi secara khusus meneliti kesiapan guru sekolah dasar dalam mengajar literasi berbasis teknologi serta menguji efektivitas pelatihan multimodal sebagai solusi. Kebaruan penelitian ini juga terlihat dari pendekatan yang menggabungkan pelatihan teknologi seperti Wordwall, Kahoot, dan Google Forms dengan pembelajaran literasi bahasa Inggris di sekolah dasar. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian tidak hanya bersifat teoritis, tetapi langsung memberikan solusi praktis terhadap permasalahan guru di lapangan.
Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah mixed method dengan desain concurrent triangulation. Artinya, data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan secara bersamaan untuk saling memperkuat hasil penelitian. Subjek penelitian terdiri dari 24 guru bahasa Inggris sekolah dasar di Bali Utara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif secara sistematis. Penjelasan mengenai metode ini dapat dilihat secara jelas pada bagian metode penelitian dalam artikel.Â
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran literasi berbasis teknologi meningkat secara signifikan setelah mengikuti pelatihan multimodal. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji statistik yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, hasil wawancara dan observasi juga menunjukkan bahwa guru menjadi lebih percaya diri, lebih mampu membuat media pembelajaran digital, dan memiliki persepsi yang sangat positif terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
Dari segi validitas hasil penelitian, artikel ini memiliki tingkat kepercayaan yang cukup tinggi karena menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sekaligus (triangulasi data), yaitu kuesioner, wawancara, dan observasi. Selain itu, penelitian juga menggunakan uji normalitas, homogenitas, serta uji paired t-test untuk memastikan bahwa hasil penelitian benar-benar signifikan secara statistik. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berdasarkan pendapat peneliti, tetapi didukung oleh data empiris yang jelas.
Penelitian ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya topik penelitian yang sangat relevan dengan perkembangan pendidikan di era digital, penggunaan metode penelitian yang lengkap (kuantitatif dan kualitatif), serta hasil penelitian yang memberikan solusi nyata bagi guru dalam meningkatkan kesiapan mengajar berbasis teknologi. Selain itu, artikel ini juga menjelaskan secara rinci proses pelatihan yang dilakukan sehingga dapat dijadikan referensi bagi penelitian atau program pelatihan selanjutnya. Namun demikian, penelitian ini juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu jumlah responden yang masih terbatas serta penelitian hanya berfokus pada peningkatan kesiapan guru tanpa mengukur secara langsung dampaknya terhadap hasil belajar siswa di kelas.
Secara keseluruhan, artikel ini menunjukkan bahwa kesiapan guru merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar. Penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan yang tepat dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri guru dalam menggunakan media pembelajaran digital. Oleh karena itu, penelitian ini sangat relevan dijadikan sebagai referensi dalam pengembangan kompetensi digital guru, khususnya dalam implementasi pembelajaran abad ke-21 dan Kurikulum Merdeka.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




