Faktor Empati Siswa dalam Pendidikan Inklusif
Ulasan Ilmiah
Pendidikan inklusif merupakan salah satu bentuk upaya pemerataan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam lingkungan sekolah yang sama. Dalam pelaksanaannya, pendidikan inklusif tidak hanya menekankan pada akses pendidikan, tetapi juga pada terciptanya interaksi sosial yang positif antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Salah satu aspek penting yang mendukung keberhasilan pendidikan inklusif adalah adanya sikap empati dari siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi empati siswa dalam lingkungan sekolah inklusif menjadi hal yang penting untuk dikaji.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Inklusi tahun 2022 berjudul “Factors Influencing Empathy Students in Inclusive Schools” yang ditulis oleh Ni Putu Gita Risma Yanti dan Luh Kadek Pande Ary Susilawati dari Universitas Udayana membahas mengenai berbagai faktor yang memengaruhi empati siswa di sekolah inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat empati siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus dalam lingkungan pendidikan inklusif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review atau studi kepustakaan. Peneliti mengumpulkan berbagai artikel ilmiah yang relevan melalui database Google Scholar dengan rentang waktu publikasi enam tahun terakhir. Dari hasil pencarian tersebut diperoleh 38 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 8 artikel yang dianalisis lebih lanjut. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi empati siswa di sekolah inklusif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi empati siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Faktor-faktor tersebut meliputi dukungan sosial dari teman sebaya, persepsi siswa terhadap anak berkebutuhan khusus, strategi komunikasi guru, intervensi pendidikan berbasis sekolah, tingkat pendidikan dan jenis kelamin, program pembelajaran ramah anak, bimbingan kelompok dengan teknik photovoice, serta penggunaan metode psikodrama. Dukungan sosial dan persepsi positif dari lingkungan sekolah dapat membantu meningkatkan rasa kepedulian siswa terhadap teman yang memiliki kebutuhan khusus. Selain itu, peran guru juga sangat penting dalam menumbuhkan empati melalui komunikasi yang baik, pemberian contoh sikap positif, serta penerapan strategi pembelajaran yang mendorong interaksi sosial antar siswa.
Berdasarkan hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa empati siswa dalam lingkungan sekolah inklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari lingkungan sosial, proses pembelajaran, serta karakteristik individu siswa. Oleh karena itu, sekolah dan guru perlu menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung interaksi sosial yang positif agar empati siswa terhadap teman berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal. Dengan meningkatnya empati siswa, diharapkan pendidikan inklusif dapat berjalan lebih efektif dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang saling menghargai perbedaan.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




