Melek Digital: Tantangan Guru Saat Pandemi Covid-19
Ulasan Ilmiah
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama sejak munculnya pandemi Covid-19 yang memaksa proses pembelajaran dilakukan secara daring. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki kemampuan literasi digital agar dapat memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Namun pada kenyataannya tidak semua guru memiliki kesiapan yang sama dalam menggunakan teknologi digital sebagai media pembelajaran. Permasalahan tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Jerizal Petrus, Alice Yeni Verawati Wote, Jefrey Oxianus Sabarua, dan Jonherz Stenlly Patalatu dalam artikel berjudul “Melek Digital: Tantangan Guru Saat Pandemi Covid-19.” Artikel ini dipublikasikan dalam Jurnal Basicedu Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022 yang membahas mengenai kesiapan guru sekolah dasar dalam menghadapi pembelajaran berbasis digital.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan guru sekolah dasar di Kabupaten Halmahera Utara dalam menghadapi pembelajaran berbasis digital serta mengidentifikasi kebijakan sekolah dalam mendukung pembelajaran digital. Penelitian ini menjadi penting karena keberhasilan pembelajaran daring sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan mengetahui tingkat kesiapan guru dan kebijakan sekolah yang diterapkan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi nyata pembelajaran digital di sekolah dasar.
Dari sisi kebaruan (novelty), penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian literasi digital guru sekolah dasar dengan menyoroti tiga aspek kesiapan guru, yaitu aspek sikap dan emosi, aspek pengetahuan, serta aspek keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, penelitian ini juga tidak hanya membahas kesiapan guru secara individu, tetapi juga menganalisis kebijakan sekolah dalam mendukung pembelajaran berbasis digital, seperti tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran daring. Hal ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi pembelajaran digital di sekolah dasar.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kepada 10 orang guru dan 2 kepala sekolah yang berada di dua sekolah dasar di Kabupaten Halmahera Utara. Data kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam menghadapi pembelajaran berbasis digital masih bervariasi. Sebagian guru memiliki antusiasme dan sikap positif terhadap penggunaan teknologi digital, tetapi masih terdapat guru yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring. Beberapa guru masih menggunakan media sederhana seperti WhatsApp untuk berkomunikasi dengan siswa, sementara guru lainnya telah mampu memanfaatkan aplikasi seperti Zoom, Google Drive, dan YouTube dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa kebijakan sekolah dalam mendukung pembelajaran digital dilakukan melalui tiga tahap utama yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Dari segi validitas hasil penelitian, penelitian ini memiliki tingkat kepercayaan yang cukup baik karena menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sekaligus, yaitu wawancara dan observasi. Selain itu, penggunaan teknik triangulasi sumber membantu memastikan bahwa data yang diperoleh sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Proses analisis data yang sistematis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan juga memperkuat keabsahan hasil penelitian.
Penelitian ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya memberikan gambaran nyata mengenai kesiapan guru sekolah dasar dalam menghadapi pembelajaran digital di masa pandemi serta menjelaskan peran kebijakan sekolah dalam mendukung proses pembelajaran daring. Selain itu, penelitian ini juga memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan guru dalam menggunakan teknologi digital. Namun demikian, penelitian ini juga memiliki kekurangan, yaitu ruang lingkup penelitian yang terbatas pada beberapa sekolah di Kabupaten Halmahera Utara sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital dan kesiapan guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berupa pelatihan, fasilitas teknologi, serta kebijakan sekolah yang mendukung agar guru dapat meningkatkan kompetensi digitalnya sehingga mampu melaksanakan pembelajaran digital secara efektif.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




