Mengajarkan Kemandirian pada Anak Berkebutuhan Khusus di SD

Report Abuse

Ulasan Ilmiah

Kemandirian merupakan fondasi penting dalam perkembangan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Bagi mereka, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri, harga diri, dan kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Dalam konteks pendidikan inklusif, upaya membangun kemandirian menjadi bagian integral dari tanggung jawab sekolah dan keluarga. Artikel berjudul “Teachers’ Experiences in Teaching Independence to Children with Special Needs at School” karya Fadlillah dan Tim Peneliti  (2025) yang diterbitkan dalam Educational Process: International Journal mengangkat pengalaman nyata guru dalam membina kemandirian anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap tiga guru sekolah inklusi di Ponorogo, Jawa Timur. Para informan mengajar anak dengan karakteristik kebutuhan yang beragam, seperti Down syndrome, gangguan sosial-emosional, dan slow learner. Melalui pengalaman langsung di ruang kelas, para guru menggambarkan bagaimana proses pendidikan kemandirian dijalankan secara bertahap dan penuh kesabaran. Studi ini menekankan bahwa pendidikan kemandirian tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap karakteristik spesifik setiap anak, karena setiap kebutuhan memerlukan pendekatan yang berbeda namun tetap berorientasi pada pengembangan kemampuan hidup sehari-hari. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa guru mengandalkan dua pendekatan inti, yakni imitasi dan pembiasaan. Metode imitasi diterapkan dengan menjadikan guru sebagai teladan perilaku mandiri. Anak diajak meniru tindakan konkret yang diperagakan, mulai dari melepas sepatu, menyimpan tas, merapikan pakaian, hingga menjaga kebersihan diri. Karena sebagian anak mengalami hambatan komunikasi atau daya ingat, pendekatan visual dan demonstratif menjadi sangat efektif. Guru tidak hanya memberi instruksi, tetapi memperagakan langsung perilaku yang diharapkan agar anak dapat mengamati dan menirunya secara bertahap. Sementara itu, metode pembiasaan dilakukan melalui rutinitas harian yang konsisten dan berulang. Aktivitas seperti toilet training, mengancingkan baju, menata kursi, mengikuti kegiatan kelas, dan menyusun perlengkapan belajar dilatih setiap hari agar menjadi kebiasaan yang melekat. Pengulangan menjadi elemen penting, terutama bagi anak yang memiliki hambatan memori atau pemahaman lambat. Guru seringkali harus mendampingi secara intensif, bahkan membantu menggerakkan tangan anak ketika keterbatasan fisik menjadi penghalang. Melalui pembiasaan yang berkelanjutan, kemandirian perlahan terbentuk sebagai pola perilaku, bukan sekadar tugas sesaat. Proses ini tentu tidak bebas dari tantangan. Para guru mengungkapkan bahwa salah satu hambatan utama adalah kesulitan mengondisikan anak di kelas. Beberapa siswa memiliki kontrol emosi yang belum stabil, sulit fokus, atau mengalami kendala komunikasi, sehingga proses pelatihan kemandirian berjalan lebih lambat dibandingkan anak pada umumnya. Tantangan lain yang tidak kalah signifikan adalah kurangnya konsistensi antara kebiasaan di sekolah dan di rumah. Guru sering menemukan bahwa latihan yang sudah dibangun di sekolah tidak dilanjutkan secara konsisten oleh keluarga, sehingga perkembangan anak menjadi kurang optimal. Dalam konteks ini, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan kemandirian. Pendidikan di sekolah tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan keluarga. Ketika rutinitas dan pembiasaan yang dilatih di sekolah selaras dengan praktik di rumah, perkembangan anak cenderung lebih stabil dan berkelanjutan. Komunikasi yang intens memungkinkan pertukaran informasi mengenai kebutuhan dan kemajuan anak, sehingga intervensi yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran. Gaya pengasuhan yang memberi kesempatan anak mencoba aktivitas mandiri secara bertahap juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Secara konseptual, artikel ini menegaskan bahwa pendidikan kemandirian bagi anak berkebutuhan khusus bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang menuntut kesabaran, kerja keras, dan dedikasi. Prinsip dasar pengajarannya sebenarnya tidak jauh berbeda dari anak pada umumnya, namun intensitas pendampingan dan konsistensi latihan menjadi jauh lebih krusial. Guru berperan sebagai teladan, fasilitator, sekaligus motivator yang membangun lingkungan positif agar anak mampu berkembang sesuai potensinya. Dari sisi akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi kajian pendidikan inklusif di Indonesia. Berbasis pengalaman nyata guru, studi ini menghadirkan gambaran kontekstual yang relevan bagi mahasiswa pendidikan, praktisi sekolah inklusi, maupun peneliti yang tertarik pada pengembangan life skills anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan, terutama mengenai model kolaborasi efektif antara sekolah dan keluarga serta evaluasi intervensi jangka panjang untuk membangun kemandirian secara berkelanjutan.

Deskripsi Artikel Asli

Judul Asli Karya Ilmiah
Teachers' Experiences in Teaching Independence to Children with Special Needs at School
Nama Penulis Karya Ilmiah
M. Fadlillah; Mujtahidin; Ratna Pangastuti; Dian Kristiana; Riandi Marisa
Tanggal Publikasi
October 2, 2025
Jenis Penlitian
Kualitatif
Jenis Lisensi
CC BY 4.0

Informasi Sumber Eksternal

Nama Institusi/Penerbit
Educational Process: International Journal
Kategori/Quadran
Jurnal Q1
Tautan Sumber Asli (Eksternal)
Alamat Website

Identitas Pengulas (Kontributor)

Nama Lengkap
Dr. Mujtahidin, S.Pd., M.Pd.
ID (NIM)
60124408900

Informasi Tambahan

Panduan Kutipan
Fadlillah, M., Mujtahidin, Pangastuti, R., Kristiana, D., & Marisa, R. (2025). Teachers' experiences in teaching independence to children with special needs at school. Educational Process: International Journal, 18, e2025505. https://doi.org/10.22521/edupij.2025.18.505

Author Info

Admin DC

Member since 3 minggu ago
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *