Penanaman Profil Pelajar Pancasila dalam Membangun Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar
Ulasan Ilmiah
Karakter peduli lingkungan merupakan salah satu nilai penting yang perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Pada tahap perkembangan ini, siswa berada pada fase pembentukan sikap dan kebiasaan yang akan memengaruhi perilaku mereka di masa depan. Pendidikan tidak hanya berperan dalam mentransfer pengetahuan akademik, tetapi juga dalam membangun kesadaran moral dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penguatan nilai karakter diwujudkan melalui Profil Pelajar Pancasila, yang mencakup berbagai dimensi penting seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, serta berkebinekaan global. Salah satu bentuk implementasi nilai tersebut adalah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam.
Artikel berjudul “Penanaman Profil Pelajar Pancasila dalam Membangun Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar” yang ditulis oleh Sela Kholidiani, Subandi, dan Ridho Agung Juwantara mengkaji bagaimana proses penanaman nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian melibatkan siswa serta guru kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai proses pembelajaran dan pembiasaan yang dilakukan di sekolah. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter peduli lingkungan dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam tahap perencanaan, guru menentukan tema proyek yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan serta merancang kegiatan yang dapat melibatkan siswa secara aktif. Salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan pemanfaatan barang bekas untuk menghasilkan karya kreatif, seperti membuat tempat pensil atau wadah dari kardus dan sedotan bekas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama, dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan. Selain melalui kegiatan proyek, pembentukan karakter peduli lingkungan juga dilakukan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Guru berupaya menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama melalui berbagai kegiatan rutin seperti menjaga kebersihan kelas, melaksanakan piket harian, serta membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan tersebut dilakukan secara berulang agar menjadi kebiasaan yang melekat pada diri siswa. Pembiasaan ini juga diperkuat dengan penanaman nilai religius dan sikap saling menghormati, misalnya melalui kegiatan berdoa sebelum belajar, mengucapkan salam, serta menjaga sikap sopan santun terhadap guru dan teman.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam proses penanaman karakter peduli lingkungan. Sebagian siswa masih menunjukkan perilaku yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan atau tidak melaksanakan tugas piket dengan baik. Selain itu, masih terdapat siswa yang belum mampu membedakan jenis sampah organik dan nonorganik. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter memerlukan proses yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, baik dari sekolah maupun keluarga.
Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat menjadi strategi efektif dalam membangun karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Melalui perpaduan antara pembelajaran berbasis proyek dan pembiasaan perilaku positif, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkannya. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus teladan yang memberikan contoh nyata dalam menjaga lingkungan serta membimbing siswa untuk membangun kesadaran ekologis secara bertahap. Dari perspektif akademik, artikel ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian pendidikan karakter di sekolah dasar, khususnya dalam implementasi Profil Pelajar Pancasila. Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru, mahasiswa pendidikan, maupun peneliti yang tertarik mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dengan aktivitas nyata di lingkungan sekolah. Selain itu, penelitian ini juga membuka peluang bagi studi lanjutan yang mengkaji model pembelajaran inovatif yang lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




