Penguatan Karakter Peduli Lingkungan melalui Program P5

Report Abuse

Ulasan Ilmiah

Kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup merupakan salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik. Pada jenjang sekolah dasar, pembentukan karakter peduli lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan tentang kebersihan atau kelestarian alam, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan sikap, kebiasaan, serta tanggung jawab siswa terhadap lingkungan di sekitarnya. Sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai tersebut melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, salah satu program yang dirancang untuk mendukung penguatan karakter peserta didik adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan permasalahan nyata di lingkungan sekitar.

Artikel berjudul “Analisis Program P5 untuk Menumbuhkan Nilai Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar” karya Rori Lalinda, Heri Hadi Saputra, dan Muhammad Sobri yang dipublikasikan dalam Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar mengkaji pelaksanaan program P5 dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 37 Ampenan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam penelitian tersebut, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, serta siswa sebagai informan penelitian. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai bagaimana proses implementasi program P5 dilaksanakan di lingkungan sekolah serta bagaimana pengaruhnya terhadap pembentukan karakter siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program P5 dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, pihak sekolah terlebih dahulu membentuk tim fasilitator yang bertugas mengoordinasikan kegiatan proyek serta merancang berbagai aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa. Selain itu, guru juga melakukan identifikasi terhadap kesiapan pelaksanaan program, menentukan tema kegiatan, mengatur alokasi waktu, serta menyusun modul pembelajaran berbasis proyek. Perencanaan yang matang dianggap sebagai langkah awal yang penting agar kegiatan P5 dapat dilaksanakan secara terarah dan sesuai dengan tujuan pembelajaran karakter yang ingin dicapai.

Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan proyek yang melibatkan siswa secara aktif dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar mengenai jenis sampah, khususnya perbedaan antara sampah organik dan anorganik. Selain itu, siswa juga diajak untuk melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan di sekitar sekolah maupun masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai permasalahan lingkungan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegiatan proyek yang dilakukan adalah memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman dan vas bunga. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas sebagai salah satu upaya mengurangi pencemaran lingkungan.

Pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam program P5 memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara lebih kontekstual dan bermakna. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan proyek, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga belajar melalui pengalaman nyata. Proses ini mendorong siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan, seperti kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan sikap sosial peserta didik.

Pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian terhadap proses dan hasil kegiatan proyek yang telah dilaksanakan. Evaluasi dilakukan secara formatif maupun sumatif dengan memperhatikan keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung, perubahan sikap siswa terhadap lingkungan, serta hasil karya yang dihasilkan dalam proyek tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan adanya perubahan positif pada perilaku siswa, seperti mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta memiliki kesadaran untuk memilah sampah sesuai jenisnya. Perubahan perilaku tersebut menunjukkan bahwa kegiatan proyek yang dilakukan dalam program P5 mampu memberikan pengalaman belajar yang berdampak pada pembentukan karakter siswa.

Penelitian ini juga menyoroti kondisi awal yang melatarbelakangi pentingnya pelaksanaan program tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal, masih ditemukan beberapa perilaku siswa yang kurang menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah, seperti membuang sampah sembarangan atau belum memahami cara memilah sampah dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan masih memerlukan upaya penguatan melalui kegiatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan melibatkan pengalaman langsung siswa. Oleh karena itu, program P5 menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dinilai mampu menjawab permasalahan tersebut.

Secara konseptual, artikel ini menegaskan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan proses pembelajaran yang berkelanjutan dan melibatkan partisipasi aktif peserta didik. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan secara lebih efektif karena siswa tidak hanya menerima penjelasan dari guru, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik yang relevan dengan permasalahan lingkungan di sekitarnya.

Dari sudut pandang akademik, penelitian ini memberikan kontribusi yang cukup penting dalam kajian implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya terkait penerapan program P5 di sekolah dasar. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pendidik, mahasiswa pendidikan, maupun peneliti yang tertarik mengkaji penguatan pendidikan karakter melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi antara pembelajaran dan kegiatan proyek dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Deskripsi Artikel Asli

Judul Asli Karya Ilmiah
Analisis Program P5 untuk Menumbuhkan Nilai Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Nama Penulis Karya Ilmiah
Rori Lalinda; Heri Hadi Saputra; Muhammad Sobri
Tanggal Publikasi
July 23, 2025
Jenis Penlitian
Kualitatif
Jenis Lisensi
CC BY-SA 4.0

Informasi Sumber Eksternal

Nama Institusi/Penerbit
Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar - Universitas Pasundan
Kategori/Quadran
Jurnal Sinta 4

Identitas Pengulas (Kontributor)

Nama Lengkap
Catharina Indah Kartika
ID (NIM)
240611100013
Kelas
PGSD 4A
Matakuliah
Pembelajaran PPKn SD

Informasi Tambahan

Panduan Kutipan
Lalinda, R., Saputra, H. H., & Sobri, M. (2025). Analisis program P5 untuk menumbuhkan nilai karakter peduli lingkungan pada siswa kelas IV sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3). https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.30465

Author Info

Avatar

CATHARINA INDAH KARTIKA

Member since 1 bulan ago
  • 240611100013@student.trunojoyo.ac.id
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Info

Avatar Image

CATHARINA INDAH KARTIKA

Posted 24 jam ago
  • 240611100013@student.trunojoyo.ac.id
Contact Agent View Profile