Peran Kepribadian dan Sikap dalam Membentuk Organizational Citizenship Behavior Guru
Ulasan Ilmiah
Perilaku organisasi guru merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan di sekolah. Tidak hanya kemampuan mengajar secara formal, guru juga diharapkan memiliki perilaku positif yang melampaui tugas utamanya, seperti membantu rekan kerja, berinisiatif, dan berkontribusi terhadap lingkungan sekolah. Perilaku ini dikenal sebagai Organizational Citizenship Behavior (OCB), yang menjadi indikator penting dalam efektivitas organisasi pendidikan. Artikel berjudul “The Relationship between Personality, Attitude, and Organizational Citizenship Behavior of Senior High School Teachers in Indonesia” karya Alwi, Wiyono, Bafadal, dan Imron (2021) yang diterbitkan dalam International Journal of Instruction mengkaji hubungan antara kepribadian, sikap, dan perilaku OCB pada guru sekolah menengah atas di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental melalui survei. Sampel penelitian terdiri dari 175 guru SMA di Kabupaten Pasuruan yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel yang diteliti meliputi kepribadian (Big Five dan Emotional Intelligence), sikap (persepsi keadilan organisasi dan komitmen organisasi), serta perilaku OCB sebagai variabel hasil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian, khususnya dimensi Big Five, memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap sikap dan perilaku OCB guru. Sementara itu, Emotional Intelligence tidak berpengaruh langsung terhadap OCB, tetapi memiliki pengaruh tidak langsung melalui persepsi keadilan organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional baru akan berdampak pada perilaku positif guru jika didukung oleh lingkungan organisasi yang adil. Selain itu, persepsi keadilan organisasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi, yang pada akhirnya meningkatkan perilaku OCB. Dengan kata lain, sikap guru menjadi mediator penting antara faktor internal (kepribadian) dan perilaku organisasi.
Temuan lain menunjukkan bahwa faktor demografis seperti gender dan usia tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku OCB. Hal ini menegaskan bahwa perilaku positif guru lebih ditentukan oleh faktor psikologis dan persepsi terhadap lingkungan kerja dibandingkan karakteristik demografis. Kepribadian yang kuat, persepsi keadilan yang baik, serta komitmen terhadap organisasi menjadi faktor kunci dalam membentuk perilaku guru yang proaktif dan sukarela dalam mendukung kemajuan sekolah.
Meskipun demikian, penelitian ini juga mengindikasikan bahwa pengembangan OCB tidak dapat dilepaskan dari peran institusi sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan suportif. Ketika guru merasa diperlakukan secara adil, baik dalam proses pengambilan keputusan maupun distribusi kebijakan, maka mereka cenderung menunjukkan komitmen yang lebih tinggi dan perilaku ekstra peran yang positif. Oleh karena itu, manajemen sekolah perlu memperhatikan aspek keadilan organisasi serta pengembangan kepribadian guru melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Secara konseptual, artikel ini menegaskan bahwa perilaku OCB guru merupakan hasil dari interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal. Kepribadian sebagai faktor dasar membentuk sikap, sementara sikap memediasi munculnya perilaku. Model ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana perilaku positif dalam organisasi pendidikan dapat dikembangkan secara sistematis.
- Dari sisi akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian manajemen pendidikan, khususnya terkait perilaku organisasi guru di Indonesia. Dengan pendekatan yang komprehensif dan analisis yang mendalam, studi ini dapat menjadi referensi bagi peneliti, praktisi pendidikan, maupun pengambil kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kualitas guru melalui penguatan aspek kepribadian, sikap, dan lingkungan organisasi. Selain itu, penelitian ini juga membuka peluang untuk studi lanjutan, terutama terkait intervensi praktis dalam meningkatkan OCB guru secara berkelanjutan di berbagai konteks pendidikan.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




