Peran Pembelajaran IPAS (PJBL) dalam Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan
Ulasan Ilmiah
Kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu nilai karakter penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran, kerusakan ekosistem, dan perubahan iklim menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki sikap peduli terhadap lingkungan. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai, sikap, dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tersebut adalah Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Artikel berjudul “Peran Pembelajaran IPAS pada Siswa Kelas V SDN Klampis 02 untuk Menciptakan Generasi Peduli Lingkungan” karya Vania Hayunanda, Ine Sukma Permatasari, Sindi Pusparani, dan Didik Tri Setiyoko yang diterbitkan dalam AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan tahun 2025 membahas bagaimana pembelajaran IPAS dapat berkontribusi dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan pembelajaran IPAS dan pendidikan lingkungan. Penelitian ini juga mengambil konteks pada siswa kelas V di SDN Klampis 02 yang berada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS memiliki peran penting dalam mengintegrasikan pengetahuan tentang alam dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan lingkungan. Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya memahami konsep-konsep ilmiah, tetapi juga belajar mengenai hubungan antara aktivitas manusia dan kelestarian lingkungan. Integrasi antara IPA dan IPS dalam mata pelajaran IPAS membuat siswa lebih mudah memahami permasalahan lingkungan secara menyeluruh dan kontekstual.
Dalam pelaksanaannya, guru menerapkan beberapa strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Salah satu metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Melalui metode ini, siswa dilibatkan dalam kegiatan nyata yang berkaitan dengan lingkungan, seperti proyek daur ulang sampah plastik menjadi pot tanaman atau tempat pensil. Kegiatan tersebut membantu siswa memahami pentingnya pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan kreativitas dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Selain itu, pembelajaran juga dilakukan melalui diskusi kelompok dan kegiatan pengamatan langsung terhadap lingkungan sekitar sekolah. Diskusi kelompok mendorong siswa untuk bertukar pendapat serta memecahkan masalah lingkungan secara bersama-sama. Sementara itu, kegiatan pengamatan langsung memungkinkan siswa memahami kondisi lingkungan secara lebih nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penggunaan media pembelajaran seperti gambar, video, dan alat peraga juga membantu meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi IPAS.
Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran IPAS yang diterapkan di SDN Klampis 02 menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari perubahan perilaku siswa, seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Perubahan sikap tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengaitkan materi dengan pengalaman langsung dapat memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa.
Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan fasilitas pembelajaran berbasis lingkungan dan rendahnya kesadaran awal sebagian siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Dukungan dari guru, kepala sekolah, dan orang tua menjadi faktor penting dalam mengatasi hambatan tersebut. Dengan adanya kerja sama antara sekolah dan keluarga, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan secara lebih konsisten.
artikel ini menegaskan bahwa pembelajaran IPAS memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan pembelajaran yang berbasis proyek seperti siswa dilibatkan dalam kegiatan nyata yang berkaitan dengan lingkungan, seperti proyek daur ulang sampah plastik menjadi pot tanaman atau tempat pensil, kolaboratif, dan kontekstual, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk guru, sekolah, dan keluarga, pembelajaran IPAS dapat menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan sejak dini. Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan praktik pendidikan di sekolah dasar, khususnya dalam mengintegrasikan pendidikan karakter peduli lingkungan ke dalam proses pembelajaran secara lebih kontekstual dan bermakna.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




