Promoting Digital Literacy: Assessing Teachers’ Readiness in Utilizing Information and Communication Technology for Learning in Rural Areas
Ulasan Ilmiah
Artikel berjudul Promoting Digital Literacy: Assessing Teachers’ Readiness in Utilizing Information and Communication Technology for Learning in Rural Areas yang ditulis oleh Nurul Hidayati Rofiah, Restiana, dan Rahmatikan Dewi, diterbitkan pada Jurnal Prima Edukasia Volume 12 Nomor 1 (2024), membahas secara mendalam tingkat kesiapan guru dalam mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada proses pembelajaran, khususnya di wilayah pedesaan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh percepatan perkembangan TIK di era Revolusi Industri 4.0, yang menuntut guru untuk memiliki kompetensi profesional dalam memanfaatkan teknologi secara optimal agar pembelajaran abad ke-21 dapat terlaksana dengan efektif. Meskipun pemanfaatan TIK memberikan berbagai peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian ini menekankan adanya keterbatasan kemampuan guru, terutama pada tingkat sekolah dasar, dalam mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada tiga sekolah dasar di Desa Badau, Pulau Belitung. Subjek penelitian terdiri dari 12 guru kelas bawah dan atas, dengan rentang usia 31 hingga 58 tahun dan pengalaman mengajar antara 8 hingga 35 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Validitas data dijaga melalui triangulasi teknis dan sumber. Proses analisis dilakukan secara sistematis melalui tahap pengenalan data, pengkodean, pengelompokan kode menjadi subtema, identifikasi tema utama, hingga penentuan label tema dan pelaporan hasil temuan.
Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama terkait kesiapan guru dalam penggunaan TIK. Guru memiliki keterampilan profesional dalam pengoperasian laptop atau komputer, termasuk kemampuan mengelola file serta menggunakan aplikasi dasar seperti Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, meskipun penguasaan terhadap fitur lanjutan PowerPoint masih terbatas. Guru mampu merencanakan, memilih, dan mengombinasikan media pembelajaran berbasis TIK secara tepat, dengan memperhatikan karakteristik peserta didik serta materi yang diajarkan. Guru memanfaatkan TIK untuk menunjang kebutuhan pembelajaran dan administrasi, menggunakan perangkat seperti laptop, tablet, speaker, serta proyektor Infocus untuk mendukung interaksi belajar. Guru menunjukkan kemampuan kolaborasi yang baik, baik melalui kelompok kerja guru maupun pembelajaran mandiri, dengan menekankan pentingnya berbagi pengalaman dan pengembangan profesional secara kolektif. Guru memanfaatkan internet dan berbagai aplikasi terkini, seperti YouTube, WhatsApp, Google Docs, dan Canva, untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan kontekstual. Guru memahami peran dan tanggung jawab profesional mereka dalam menghadapi perkembangan TIK, termasuk secara aktif mengikuti pelatihan dan pembinaan guna meningkatkan kompetensi profesional serta adaptasi terhadap inovasi teknologi.
Temuan penelitian menegaskan bahwa kesiapan guru tidak semata-mata bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh motivasi internal, kemampuan kolaboratif, serta faktor eksternal seperti ketersediaan fasilitas, infrastruktur, dan keterbatasan ekonomi. Faktor usia muncul sebagai tantangan internal, karena guru yang lebih senior cenderung lebih lambat dalam menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi. Dukungan dari manajemen sekolah dan lingkungan kerja yang kondusif terbukti menjadi faktor penting dalam memfasilitasi integrasi TIK secara optimal.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru di tiga sekolah dasar di Desa Badau menunjukkan tingkat kesiapan yang sejalan dengan standar kompetensi profesional guru dalam pemanfaatan TIK. Guru telah memiliki kemampuan teknis yang memadai, mampu merencanakan dan mengkombinasikan media pembelajaran, berkolaborasi dengan rekan sejawat, memanfaatkan berbagai aplikasi digital, serta memahami peran profesional mereka dalam mengantisipasi perkembangan TIK. Namun, pengintegrasian TIK secara menyeluruh masih memerlukan perhatian pada faktor internal dan eksternal, serta penguatan dukungan institusional dan program pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kesiapan guru di daerah pedesaan, sekaligus menjadi rujukan strategis untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan berbasis TIK yang lebih efektif.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




