Studi kasus pendidikan inklusi dalam pembelajaran pendidikan Pancasila SD
Ulasan Ilmiah
Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di sekolah dasar merupakan tantangan kompleks yang melampaui sekadar penerimaan administratif siswa berkebutuhan khusus. Artikel berjudul “Challenges in Emerging an Inclusive Learning Environment: A Case Study in an Elementary School” karya Widyhastuti dkk. (2024) membedah realitas implementasi inklusi di sebuah sekolah dasar di Wonogiri. Penelitian kualitatif ini menyoroti bagaimana sekolah berupaya menyeimbangkan keterbatasan sumber daya dengan komitmen terhadap hak pendidikan bagi semua anak.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi bersifat sistemik, mulai dari kurangnya Guru Pendamping Khusus (GPK) hingga fasilitas fisik yang belum sepenuhnya aksesibel. Namun, studi ini juga mengungkap strategi adaptasi yang dilakukan guru melalui modifikasi kurikulum (PPI) dan penggunaan metode pembelajaran berdiferensiasi. Selain aspek teknis, faktor dukungan sosial dari orang tua dan masyarakat diidentifikasi sebagai variabel penentu yang seringkali menjadi hambatan jika persepsi terhadap inklusi masih rendah.
Secara konseptual, artikel ini menegaskan bahwa lingkungan inklusif yang ideal hanya dapat terbentuk melalui kolaborasi multidimensional. Inklusi bukan hanya tanggung jawab guru di kelas, melainkan sebuah ekosistem yang memerlukan dukungan kebijakan, ketersediaan fasilitas belajar, dan penerimaan sosial yang luas. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi praktisi pendidikan dalam memahami bahwa transformasi sekolah reguler menjadi sekolah inklusi adalah proses berkelanjutan yang menuntut inovasi strategi di tengah keterbatasan sarana.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




