Analisis Krisis Iklim dan Responsivitas Lingkungan dalam Perspektif Akademis

Report Abuse

Media/Video Pembelajaran (Embed Link)

Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)

Judul Sumber Asli
Akademisi Bicara Ep 2. Lingkungan di Tengah Krisis Iklim Global: Apakah Kita Cukup Responsif?
Nama Institusi/Kanal Sumber
Pascasarjana UIN KHAS Jember
Jenis Sumber Media/Video
Video YouTube
Tahun Publikasi
2026
Jenis Lisensi Sumber
Tidak Dicantumkan

Ulasan Media/Video Pembelajaran

Video ini merupakan diskusi mendalam yang membahas posisi alam dan lingkungan di tengah ancaman krisis iklim global. Pembahasan menyoroti bahwa bencana ekologi seperti banjir dan pemanasan global di Indonesia bukan sekadar faktor alam atau takdir, melainkan hasil dari perilaku manusia yang kurang menghormati alam. Diskusi ini juga mengkritisi bagaimana modernisasi yang mengejar pertumbuhan ekonomi seringkali mengabaikan kelestarian ekologi. Fokus utama lainnya adalah pentingnya membangun literasi lingkungan sejak dini, terutama dalam pengelolaan sampah plastik dan membangun relasi yang harmonis antara manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya.

Informasi Pengulas

Nama Lengkap
Heikmah Wijaya
ID (NIM)
240611100190
Kelas
PGSD 4F
Matakuliah
Kewarganegaraan
Pernyataan Etik
Saya mencantumkan sumber secara lengkap, Konten digunakan untuk tujuan edukatif

Catatan Ulasan

Manfaat Praktik Baik
1. Pendekatan Etika & Religi: Menghubungkan isu lingkungan dengan nilai religiusitas (ekoteologi), yang sangat relevan untuk membangun kesadaran masyarakat di Indonesia.
2. Keseimbangan Perspektif: Memberikan penilaian objektif terhadap kebijakan pemerintah—baik yang dianggap alpa dalam pengawasan izin tambang maupun yang progresif dalam meninjau ulang konsesi hutan.
3. Relevansi Gaya Hidup: Menyentuh isu nyata seperti dampak sampah dari kebiasaan belanja online, yang membuat audiens merasa terlibat langsung dalam masalah tersebut.
Potensi Adaptasi
1. Integrasi Literasi Ekologi: Guru dapat memasukkan materi "kesadaran lingkungan" ke dalam kurikulum bukan hanya sebagai teori biologi, melainkan sebagai bagian dari karakter dan tanggung jawab warga negara.
2. Simulasi Pemilahan Sampah: Mengadopsi keresahan dalam video mengenai sulitnya memilah sampah di rumah tangga menjadi praktik nyata di sekolah melalui penyediaan fasilitas sampah organik dan anorganik yang terkelola dengan baik.
3. Metode Pembelajaran Kreatif: Menggunakan pendekatan seni (seperti mengubah lirik lagu bertema lingkungan) untuk membangun keterikatan emosional siswa terhadap bumi, sebagaimana disarankan oleh narasumber.

Informasi Tambahan

Author Info

Heikmah

Member since 1 bulan ago
  • 240611100190@student.trunojoyo.ac.id
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Info

Heikmah

Posted 3 hari ago
  • 240611100190@student.trunojoyo.ac.id
Contact Agent View Profile