Dewi Fortuna Anwar: Politik Luar Negeri, ASEAN, dan Budaya Minangkabau | Menjadi Indonesia #36

Report Abuse

Media/Video Pembelajaran (Embed Link)

Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)

Judul Sumber Asli
Dewi Fortuna Anwar: Politik Luar Negeri, ASEAN, dan Budaya Minangkabau | Menjadi Indonesia #36
Nama Institusi/Kanal Sumber
Vidio Youtube
Jenis Sumber Media/Video
Video YouTube
Tahun Publikasi
2026
Jenis Lisensi Sumber
Tidak Dicantumkan

Ulasan Media/Video Pembelajaran

Sebagai mantan asisten Wapres bidang globalisasi di era B.J. Habibie, Dewi memberikan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri saat ini. “Yang banyak mendapat kritik sekarang, termasuk dari saya, adalah kurangnya perhatian Indonesia pada ASEAN,” ujarnya. Menurutnya, di tengah melemahnya sistem hukum internasional, organisasi regional menjadi sangat krusial untuk memperjuangkan hak negara-negara kecil dan menengah.

Terkait politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, Dewi menyoroti keseimbangan: menjalin kemitraan dagang terbesar dengan Tiongkok, namun tetap meningkatkan kerja sama militer (joint military exercise) dengan Amerika Serikat.

Ia juga menekankan bahwa negara dibentuk untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk menyengsarakan melalui aturan yang tidak adil. Di sinilah peran penting masyarakat sipil. “Peranan dari civil society adalah sebagai conscience, sebagai hati nurani yang harus menyuarakan kebenaran,” tegasnya.

Informasi Pengulas

Nama Lengkap
Aqilah Dieni Haqqi
ID (NIM)
240611100234
Kelas
PGSD 4G
Matakuliah
Kewarganegaraan
Pernyataan Etik
Saya mencantumkan sumber secara lengkap, Konten digunakan untuk tujuan edukatif

Catatan Ulasan

Model Pembelajaran
-
Mata Pelajaran/Tema
Dewi Fortuna Anwar: Politik Luar Negeri, ASEAN, dan Budaya Minangkabau | Menjadi Indonesia #36
Jenjang Pendidikan
kuliah
Manfaat Praktik Baik
Beberapa manfaat yang dapat diambil dari video tersebut:
1.Memahami peran Indonesia di dunia internasional
Siswa jadi tahu posisi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
2.Menumbuhkan sikap diplomatis dan toleran
Nilai musyawarah dan kerja sama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3.Menghargai budaya lokal sebagai kekuatan global
Budaya tidak hanya identitas, tetapi juga dasar dalam berpikir dan bertindak.
4.Melatih wawasan global (global awareness)
Siswa lebih peka terhadap isu regional dan internasional.
Potensi Adaptasi
Potensi adaptasi dari pembelajaran politik luar negeri, ASEAN, dan nilai budaya dapat dilakukan dengan menyesuaikan konteks pembelajaran di sekolah. Guru dapat mengintegrasikannya ke dalam mata pelajaran seperti PPKn, melalui kegiatan diskusi, analisis kasus, atau problem based learning terkait kerja sama internasional dan peran ASEAN. Selain itu, nilai-nilai budaya seperti musyawarah, toleransi, dan keseimbangan dapat dikaitkan dengan budaya lokal siswa agar lebih relevan. Dengan pendekatan yang kontekstual dan fleksibel, siswa tidak hanya memahami konsep global, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Informasi Tambahan

Tautan Sumber Eksternal Lainnya

Author Info

aqilah

Member since 4 minggu ago
  • aqilahdienihaqqi@gmail.com
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *