PERANAN MASYARAKAT SIPIL DALAM DEMOKRASI
Media/Video Pembelajaran (Embed Link)
Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)
Ulasan Media/Video Pembelajaran
Jurnal berjudul “Peranan Masyarakat Sipil dalam Demokrasi: Studi Kasus LSM Kelompok Kerja 30 dan Jaringan Advokasi Tambang dalam Permasalahan Korupsi di Kota Samarinda – Kalimantan Timur Tahun 2014” yang ditulis oleh Fadli Afriandi dan Fachriza Ariyadi dalam Madika: Jurnal Politik dan Governance membahas mengenai pentingnya peran masyarakat sipil dalam mendukung dan memperkuat praktik demokrasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research untuk menganalisis kontribusi organisasi masyarakat sipil dalam mengawasi kinerja pemerintah, khususnya terkait kasus korupsi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam LSM seperti Kelompok Kerja 30 (Pokja 30) dan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) memiliki peran penting sebagai kontrol sosial terhadap pemerintah. Kedua LSM tersebut berperan aktif dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pengendalian kasus korupsi yang terjadi di Kota Samarinda, terutama dalam sektor industri dan pertambangan yang menjadi sumber utama pendapatan daerah.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa masyarakat sipil berfungsi sebagai mediator antara masyarakat dan pemerintah, sehingga dapat membantu menyampaikan aspirasi publik serta memperkuat akuntabilitas pemerintah dalam sistem demokrasi. Dengan adanya peran LSM tersebut, proses demokrasi dapat berjalan lebih transparan, partisipatif, dan responsif terhadap kepentingan masyarakat.
Secara keseluruhan, jurnal ini menyimpulkan bahwa keberadaan masyarakat sipil sangat diperlukan dalam sistem demokrasi karena mampu memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan bebas dari praktik korupsi.
Informasi Pengulas
Catatan Ulasan
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




