Rangkuman kegiatan pembelajaran IPA semester untuk kelas 5 SD dengan materi harmoni dan ekosistem

Report Abuse

Media/Video Pembelajaran (Embed Link)

Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)

Judul Sumber Asli
Model pjbl berbasis TIK dalam pembelajaran IPA semester C kelas 5 SD membuat diorama rantai makanan
Nama Institusi/Kanal Sumber
SD negeri samaran
Jenis Sumber Media/Video
Video YouTube
Tahun Publikasi
2022
Jenis Lisensi Sumber
CC BY

Ulasan Media/Video Pembelajaran

Berikut adalah ringkasan kegiatan pembelajaran IPAS Fase C untuk Kelas

V SD dengan materi “Harmoni dan Ekosistem”:

1. Awal Kegiatan dan Persiapan

Pembelajaran diawali dengan suasana yang hangat melalui lagu “Pagiku

Cerahku”, diikuti dengan salam dan doa bersama. Guru, Pak Dhani,

memastikan kondisi kelas nyaman dengan merapikan tempat duduk siswa

serta membangkitkan semangat melalui lagu kebangsaan “Indonesia Raya”

dan lagu “Burung Kutilang”.

2. Pengamatan dan Pengenalan Materi Rantai Makanan

Siswa diberikan kesempatan untuk mengamati lingkungan sekitar sekolah,

terutama area persawahan. Dalam sesi tanya jawab, siswa mengidentifikasi

elemen-elemen yang ada pada ekosistem sawah, seperti:

Tanaman, contohnya padi dan jagung.

Hewan seperti tikus, belalang, burung, dan ular.

Hubungan antar makhluk hidup yang menunjukkan proses makan dan

dimakan atau rantai makanan sebagai mekanisme bertahan hidup.

3. Kegiatan Utama dengan Metode Project Based Learning (PjBL)

Literasi Digital: Siswa dibagi ke dalam empat kelompok dan masing-masing

menggunakan Chromebook untuk mencari serta mencatat informasi penting

terkait rantai makanan dari sejumlah video pembelajaran.

Pemahaman Komponen Rantai Makanan: Melalui diskusi, siswa belajar

mengenal peran produsen (tumbuhan yang membuat makanannya sendiri),

konsumen (hewan yang memakan tumbuhan atau hewan lain), dan pengurai

(makhluk seperti jamur yang menguraikan bahan organik).

Pembuatan Diorama: Setiap kelompok kemudian membuat diorama rantai

makanan dalam ekosistem sawah menggunakan berbagai bahan seperti

gambar hewan dan tumbuhan, gunting, lem, lidi, dan bahan dekoratif 4. Penyajian dan Penilaian

Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya diorama

mereka. Contoh urutan rantai makanan yang dipaparkan meliputi: Padi

sebagai produsen → Belalang sebagai konsumen primer → Ayam sebagai

konsumen sekunder → Musang sebagai konsumen tersier → Jamur sebagai

pengurai.

Evaluasi: Siswa mengikuti kuis interaktif menggunakan aplikasi Quizizz

dan mengerjakan soal evaluasi individu untuk mengukur tingkat

pemahaman mereka terhadap materi.

5. Penutupan dan Refleksi

Guru memberikan penguatan mengenai prinsip ketergantungan antar

makhluk hidup (simbiosis), seperti halnya manusia yang memerlukan

interaksi dengan sesamanya untuk hidup. Kegiatan diakhiri dengan

pemberitahuan materi yang akan dipelajari berikutnya, yakni jaring-jaring

makanan, lalu menyanyikan lagu daerah “Cublak-Cublak Suweng” dan

menutup dengan doa bersama.

Informasi Pengulas

Nama Lengkap
Bastia Fatwa Islami
ID (NIM)
230611100193
Kelas
PGSD 6F
Matakuliah
Praktik Pembelajaran Mikro
Pernyataan Etik
Saya mencantumkan sumber secara lengkap, Konten digunakan untuk tujuan edukatif

Catatan Ulasan

Model Pembelajaran
Project based learning
Mata Pelajaran/Tema
Ipas
Jenjang Pendidikan
Sekolah Dasar
Manfaat Praktik Baik
Karena pembelajaran IPAS Fase C Kelas V materi "Harmoni dalam Ekosistem" dengan metode Project Based Learning (PjBL):

1. Bagi Siswa

Meningkatkan Kemampuan Problem Solving: Melalui proyek (seperti membuat miniatur ekosistem atau solusi penanganan hama), siswa belajar mencari jalan keluar atas masalah ketidakseimbangan lingkungan.
Kolaborasi Tim: Siswa belajar bekerja sama, berbagi tugas, dan menghargai pendapat orang lain dalam menyelesaikan proyek kelompok.
Pembelajaran Kontekstual: Materi terasa lebih nyata karena siswa menghubungkan teori rantai makanan dengan ekosistem yang ada di sekitar mereka.
Kreativitas: Memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui karya visual atau model fisik.

2. Bagi Guru

Fasilitator Pembelajaran: Guru beralih peran dari sumber informasi menjadi pendamping yang memandu proses berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Penilaian Autentik:Guru dapat menilai hasil belajar secara lebih komprehensif, mencakup sikap, keterampilan proses, hingga hasil karya akhir.

3. Bagi Sekolah

Budaya Belajar Aktif: Menciptakan lingkungan sekolah yang dinamis di mana siswa aktif menghasilkan karya (produk).
Relevansi Kurikulum: Mengimplementasikan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan karakter dan kompetensi melalui proyek.
Potensi Adaptasi
Potensi adaptasi PjBL ini memastikan bahwa pembelajaran IPAS tetap relevan, inklusif, dan dapat dilakukan oleh sekolah mana pun tanpa hambatan geografis maupun ekonomi.

Informasi Tambahan

Author Info

Bastia

Member since 3 minggu ago
  • 230611100193@student.trunojoyo.ac.id
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Info

Bastia

Posted 56 tahun ago
  • 230611100193@student.trunojoyo.ac.id
Contact Agent View Profile