PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMIK DIGITAL GUNA MENINGKATKAN KESADARAN DAMPAK BULLYING TERHADAP SELF ESTEEM SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR
Ulasan Ilmiah
Sebagai seorang mahasiswa, saya melihat bahwa artikel oleh Cahyaningtias dkk. (2024) memberikan gambaran yang cukup menarik tentang bagaimana media pembelajaran berbasis komik digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap dampak bullying, khususnya terhadap self-esteem. Menurut saya, penggunaan komik digital ini menjadi pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman, karena siswa saat ini sangat dekat dengan teknologi dan visualisasi yang interaktif. Hal ini membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan lebih membekas dibandingkan metode konvensional.
Jika saya kaitkan dengan pembelajaran berbasis proyek, saya berpendapat bahwa pendekatan ini dapat menjadi pengembangan lebih lanjut dari penelitian tersebut. Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif sebagai kreator. Misalnya, siswa dapat diajak untuk membuat kampanye digital anti-bullying dalam bentuk komik, video pendek, atau poster digital. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami konsep bullying, tetapi juga ikut terlibat dalam menyuarakan pesan positif kepada lingkungan sekitarnya.
Menurut saya, kelebihan dari pendekatan ini adalah adanya proses pembelajaran yang lebih bermakna. Siswa belajar melalui pengalaman langsung, mulai dari mengidentifikasi masalah bullying di sekitar mereka, merancang pesan kampanye, hingga mempublikasikannya. Proses ini secara tidak langsung juga melatih keterampilan lain seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan saat ini yang tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga keterampilan abad 21.
Namun, saya juga melihat adanya tantangan dalam penerapannya. Tidak semua sekolah dasar memiliki fasilitas teknologi yang memadai, dan tidak semua guru memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan media digital ke dalam pembelajaran. Oleh karena itu, menurut saya diperlukan pelatihan bagi guru serta dukungan dari pihak sekolah agar pembelajaran berbasis proyek ini dapat berjalan secara optimal.
Secara keseluruhan, saya menyimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis komik digital seperti yang dijelaskan dalam artikel tersebut dapat menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kesadaran anti-bullying. Ketika dikombinasikan dengan pembelajaran berbasis proyek, pendekatan ini berpotensi menjadi strategi yang lebih efektif dalam membentuk karakter siswa sekaligus meningkatkan kemampuan literasi digital mereka. Sebagai mahasiswa, saya melihat bahwa inovasi seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan demi menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan suportif bagi semua siswa.
Deskripsi Artikel Asli
Informasi Sumber Eksternal
Identitas Pengulas (Kontributor)
Informasi Tambahan
Review
Write a ReviewThere are no reviews yet.




