Isu-Isu Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial di Indonesia

Report Abuse

Media/Video Pembelajaran (Embed Link)

Deskripsi Sumber Asli (Eksternal)

Judul Sumber Asli
Isu-Isu Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial di Indonesia
Nama Institusi/Kanal Sumber
DirectCitizen Nusantara
Jenis Sumber Media/Video
Video YouTube
Tahun Publikasi
2023
Jenis Lisensi Sumber
CC BY

Ulasan Media/Video Pembelajaran

Presentasi ini secara telanjang menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi krisis relevansi pendidikan. Sangat ironis ketika jumlah angkatan kerja naik, tapi daya serap pasar justru lesu karena “gap” keterampilan. Kita seperti memproduksi ribuan kunci, tapi lubang pintunya sudah berganti jadi sistem sensor digital. Kalau institusi pendidikan tidak segera merombak kurikulum agar selaras dengan kebutuhan teknologi, kita cuma akan terus mencetak pengangguran intelektual.
Selain itu, narasi tentang “kewirausahaan digital” jangan sampai jadi pelarian pemerintah untuk lepas tangan dari kewajiban menciptakan lapangan kerja sektor formal yang stabil. Jualan online atau jadi affiliate itu bagus untuk bertahan hidup, tapi mereka tetap butuh perlindungan hukum dan jaminan sosial yang kuat. Tanpa itu, mereka hanyalah pekerja rentan yang bisa tumbang kapan saja saat algoritma platform berubah.

Informasi Pengulas

Nama Lengkap
Nadhira Febrianti Chandra
ID (NIM)
240611100205
Kelas
PGSD 4F
Matakuliah
Kewarganegaraan
Pernyataan Etik
Saya mencantumkan sumber secara lengkap, Konten digunakan untuk tujuan edukatif

Catatan Ulasan

Manfaat Praktik Baik
Singkatnya, manfaat utama dari konten ini adalah pemberian "daya" atau empowerment. Ia mengubah angka-angka statistik pengangguran yang suram menjadi peluang untuk berinovasi melalui kreativitas digital dan kekuatan ekonomi lokal. Ia mengajarkan bahwa di tengah sistem yang mungkin masih timpang, keterampilan dan kemampuan beradaptasi adalah mata uang yang paling berharga.
Potensi Adaptasi
Dalam konteks pengangguran yang dibahas mahasiswa Trunojoyo, guru bisa mendefinisikan ulang makna "Bela Negara". Bela negara nggak harus selalu soal angkat senjata; menciptakan solusi ekonomi lokal lewat UMKM digital atau koperasi adalah bentuk pertahanan kedaulatan ekonomi. Siswa diajak merancang proyek komunitas yang bisa menyerap tenaga kerja lokal di sekitar sekolah. Guru memfasilitasi mereka untuk melihat bahwa kemandirian ekonomi adalah pilar stabilitas nasional yang paling mendasar.

Intinya, guru PPKn harus berani membawa "suara jalanan" dan "ruwetnya birokrasi" ke meja belajar. Kelas harus jadi laboratorium tempat siswa belajar bahwa mereka adalah subjek pembangunan, bukan cuma objek yang pasif menerima keadaan. Kalau guru berhasil membuat siswa merasa "gerah" dengan ketimpangan dan tahu cara mengubahnya lewat jalur kebijakan, itulah keberhasilan tertinggi dari pendidikan kewarganegaraan. Tanpa itu, kita cuma sedang melahirkan warga negara yang patuh tapi apatis.

Informasi Tambahan

Author Info

Avatar

Nadhira

Member since 2 bulan ago
  • dirachandra46@gmail.com
View Profile

There are no reviews yet.

Leave a Review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Info

Avatar Image

Nadhira

Posted 56 tahun ago
  • dirachandra46@gmail.com
Contact Agent View Profile